Program Mudik Motor Gratis (Motis) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan kini mencatatkan progres signifikan. Hingga periode penjualan 13–30 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa sebanyak 33.843 tiket telah terjual, atau setara dengan 60 persen dari total kapasitas 56.392 tempat duduk yang tersedia. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi dalam memilih moda transportasi kereta api sebagai alternatif perjalanan pulang kampung yang lebih aman dan terukur selama periode Lebaran 2026.
Secara strategis, program ini bukan sekadar fasilitas pengangkutan kendaraan, melainkan langkah preventif pemerintah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mengendarai sepeda motor dalam jarak tempuh yang sangat jauh selama arus mudik memiliki risiko fatalitas yang tinggi. Dengan mengalihkan beban kendaraan ke atas gerbong kereta api, pemudik tidak hanya bisa beristirahat lebih tenang di dalam rangkaian kereta, tetapi juga meminimalisir kelelahan fisik yang sering menjadi pemicu utama insiden di jalan raya. Hal ini menciptakan ekosistem mudik yang jauh lebih tertib dan terkelola dibandingkan jika para pemudik harus menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan roda dua.
Layanan Motis sendiri menjangkau berbagai rute strategis untuk memfasilitasi pemudik di Pulau Jawa. Jalur yang tersedia mencakup jalur utara dengan relasi Stasiun Pasarsenen – Cepu, jalur tengah menuju Lempuyangan, hingga jalur selatan yang melayani relasi Stasiun Pasarsenen – Madiun. Semua rute ini berlaku untuk perjalanan pulang-pergi, memungkinkan penumpang untuk membawa sepeda motor mereka dengan sistem integrasi tiket yang praktis. Bagi masyarakat, kemudahan ini menjadi solusi efisien karena kendaraan pribadi tetap tersedia di kampung halaman tanpa harus menambah durasi perjalanan di jalan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga kualitas operasional agar perjalanan tetap nyaman dan tepat waktu. Pihak KAI optimistis bahwa sisa kuota yang ada akan terserap habis, terutama menjelang fase arus balik yang biasanya memiliki lonjakan permintaan tinggi. "Kami memastikan seluruh layanan kereta api Motis berjalan dengan baik sehingga pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan tenang. Kami terus mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan sisa kuota yang ada agar perencanaan mudik tahun ini lebih matang," ujar Anne dalam keterangannya.
Sebagai informasi tambahan, data per 13–24 Maret menunjukkan sudah ada 25.007 orang yang terdaftar, dan angka tersebut terus merangkak naik dalam satu pekan terakhir. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi standar baru bagi mobilitas masyarakat saat Lebaran, di mana kenyamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan mudik dalam waktu dekat, memanfaatkan program Motis adalah keputusan bijak yang menggabungkan efisiensi biaya dan perlindungan keselamatan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengamankan tiket Anda sebelum kuota dinyatakan penuh. Dengan beralih ke moda kereta api, mudik bukan lagi soal ketegangan di jalan, melainkan momen perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bersama keluarga di kampung halaman.