Reshuffle di Kementerian Keuangan: Sudarto dan Ferry Ardianto Resmi Ditunjuk Isi Posisi Strategis

Diposting pada

Kementerian Keuangan melakukan perombakan besar di jajaran pimpinan tinggi pratama menyusul pencopotan Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari posisi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Direktur Jenderal Anggaran per 21 April 2026. Dalam sesi media briefing di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta, Jumat (24/4/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi menunjuk Sudarto dan Ferry Ardianto sebagai suksesor untuk mengisi kekosongan jabatan krusial tersebut.

Langkah penunjukan ini bukan tanpa alasan. Purbaya menegaskan bahwa Sudarto dan Ferry adalah figur yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam mengelola dinamika fiskal dan ekonomi nasional. Sudarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, dinilai memiliki kapasitas teknis yang kuat untuk memimpin Direktorat Jenderal Anggaran. Sementara itu, Ferry Ardianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, dipercaya membawa perspektif baru dalam merumuskan strategi ekonomi dan fiskal yang lebih inklusif.

Pemilihan kedua sosok ini didasarkan pada kompetensi mendalam serta latar belakang pendidikan internasional yang mereka miliki. Menurut Purbaya, rotasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi. Ia menilai bahwa keduanya merupakan aset berharga di internal Kementerian Keuangan yang sudah saatnya mendapatkan tanggung jawab lebih besar untuk menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks. "Mereka adalah orang-orang kuat di departemen ini, dan memang sudah saatnya jabatan mereka dinaikkan," ujar Purbaya dalam penjelasannya.

Perubahan struktur kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini membawa dampak signifikan terhadap stabilitas kebijakan ekonomi dalam jangka pendek. Mengingat posisi Dirjen Anggaran dan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal merupakan garda terdepan dalam merancang arah kebijakan keuangan negara, transisi kepemimpinan ini akan sangat menentukan bagaimana pemerintah merespons tekanan ekonomi global maupun target pertumbuhan domestik. Pasar dan para pemangku kepentingan tentu akan memantau bagaimana kebijakan baru di bawah komando Sudarto dan Ferry dapat menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Perlu dicatat, perombakan ini melengkapi rangkaian penyesuaian posisi yang dilakukan Kemenkeu dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, posisi Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan yang ditinggalkan Masyita Crystallin juga telah diisi oleh Herman Saheruddin sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Meski nama-nama pejabat baru sudah ditentukan, Purbaya menyebutkan bahwa pengukuhan resmi untuk ketiga posisi strategis tersebut baru akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Mei mendatang untuk mendapatkan persetujuan akhir.

Sementara nasib Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman pasca-pencopotan, Purbaya menyatakan bahwa kedua mantan pejabat tersebut saat ini diminta untuk "beristirahat" sejenak sebelum nantinya diberikan penugasan di posisi baru yang lebih relevan. Belum ada detail lebih lanjut mengenai jabatan apa yang akan mereka emban ke depannya, namun pernyataan ini mengindikasikan bahwa Kementerian Keuangan masih mempertimbangkan kontribusi mereka di ruang lingkup yang berbeda.

Transisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Keuangan di bawah arahan Purbaya tengah melakukan akselerasi birokrasi melalui penempatan talenta-talenta yang dinilai paling cakap. Publik kini menanti langkah konkret dari duet baru di kursi Dirjen ini, terutama dalam mengawal postur APBN yang sehat dan strategi ekonomi yang mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan global yang tak menentu. Keberhasilan transisi ini akan menjadi ujian penting bagi integritas dan efektivitas birokrasi keuangan negara dalam beberapa bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *