PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan rekor baru dalam sejarah angkutan Lebaran periode 2022-2026, dengan melayani total 5.087.458 penumpang kereta api jarak jauh dan lokal sepanjang arus mudik dan balik, terhitung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka fantastis ini tidak hanya melampaui capaian tahun 2025 yang berada di angka 4,7 juta penumpang, tetapi juga menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat Indonesia untuk kembali ke kampung halaman menggunakan moda transportasi berbasis rel.
Peningkatan volume penumpang ini membawa dampak signifikan bagi ekosistem transportasi nasional. Lonjakan lebih dari lima juta orang ini menjadi indikator pemulihan mobilitas masyarakat pascapandemi yang kini telah mencapai fase stabil dengan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap moda kereta api. Kesiapan infrastruktur dan efektivitas manajemen arus penumpang di stasiun-stasiun besar menjadi kunci keberhasilan KAI dalam menekan potensi penumpukan, sekaligus menunjukkan bahwa sektor perkeretaapian kini telah menjadi tulang punggung mobilitas jarak jauh yang sangat andal di Indonesia.
Di balik angka fantastis tersebut, KAI juga berhasil memperbaiki aspek operasional yang krusial bagi kenyamanan pengguna. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta api tahun ini menyentuh angka impresif sebesar 99,80 persen, naik tipis dari 99,69 persen pada tahun lalu. Begitu pula dengan ketepatan waktu kedatangan yang mencatatkan perbaikan signifikan menjadi 98,86 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 97,23 persen. Capaian ini merupakan hasil dari koordinasi ketat antara petugas di lapangan dengan pusat kendali operasional dalam memastikan alur perjalanan tetap terjaga meski volume kereta api mengalami peningkatan.
Fenomena menarik lainnya adalah tingkat okupansi harian yang sempat menyentuh angka di atas 140 persen pada puncak arus mudik, tepatnya pada 22 dan 23 Maret 2026. KAI menjelaskan bahwa angka okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk tersebut dimungkinkan melalui mekanisme bed-loading atau sistem naik-turun penumpang di stasiun antara. Dengan cara ini, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang dalam satu rangkaian perjalanan, sehingga daya angkut kereta api menjadi jauh lebih optimal tanpa harus mengorbankan keamanan.
Tidak hanya di layanan kereta jarak jauh, lini KAI Commuter pun turut mencatatkan angka pertumbuhan yang membanggakan. Sebanyak 24.500.604 penumpang tercatat menggunakan layanan kereta lokal dan komuter selama periode yang sama, naik dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 22,1 juta orang. Angka ini secara resmi memecahkan rekor tertinggi KAI Commuter dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Keberhasilan KAI dalam mengelola arus mudik tahun 2026 ini menunjukkan transformasi besar dalam pelayanan publik. Dengan konsistensi pada aspek keamanan dan ketepatan waktu, KAI kini tidak sekadar menjadi moda transportasi alternatif, melainkan pilihan utama masyarakat. Ke depan, tantangan bagi perusahaan adalah bagaimana menjaga momentum ini dengan terus melakukan evaluasi menyeluruh serta melakukan inovasi layanan agar kenyamanan perjalanan kereta api tetap terjaga, baik pada masa libur panjang maupun hari-hari biasa.