PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatatkan lonjakan trafik signifikan pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026), dengan total penjualan tiket mencapai 13 ribu kursi dalam satu hari saja. Tingginya antusiasme masyarakat ini menjadi puncak arus mobilitas selama periode Angkutan Lebaran 2026, di mana hingga saat ini, total akumulasi tiket yang terjual sejak 13 Maret hingga 30 Maret mendatang telah menyentuh angka 175 ribu. Dominasi penumpang didominasi oleh kelompok keluarga dan rombongan yang memanfaatkan libur Lebaran untuk melakukan perjalanan wisata antara Jakarta dan Bandung.
Kepadatan penumpang sudah terasa sejak pagi hari, di mana tiket keberangkatan dari Stasiun Halim menuju Padalarang maupun Tegalluar Summarecon untuk slot waktu pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dilaporkan ludes terjual. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyebut bahwa tren peningkatan ini diprediksi akan bertahan stabil hingga masa cuti bersama berakhir, bahkan berpotensi berlanjut hingga dimulainya kembali aktivitas sekolah dan penutupan posko mudik pada 30 Maret 2026.
Dampak Positif terhadap Efisiensi Mobilitas Regional
Fenomena ini memberikan sinyal kuat bahwa kereta cepat Whoosh telah berhasil mengubah pola mobilitas masyarakat di koridor Jakarta-Bandung. Kecepatan dan efisiensi waktu tempuh menjadi daya tarik utama bagi para pemudik dan wisatawan yang ingin menghindari kemacetan jalan tol di masa puncak liburan. Dengan beralihnya mobilitas ke jalur kereta cepat, beban lalu lintas di jalan arteri dan jalan tol antar-kota dapat tereduksi, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih manusiawi dan terprediksi bagi masyarakat. Bagi sektor pariwisata lokal, tingginya volume penumpang Whoosh ini juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di destinasi wisata sekitar Bandung yang kini semakin mudah dijangkau dalam waktu singkat.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, manajemen KCIC telah melakukan penguatan layanan secara masif. Sebanyak 50 petugas passenger service mobile diterjunkan langsung ke lapangan, didukung oleh 300 petugas posko yang tersebar di berbagai titik strategis. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap proses pelayanan—mulai dari check-in hingga proses naik ke kereta—berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Lebih dari sekadar transportasi, stasiun Whoosh kini bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif. Penumpang yang menunggu keberangkatan dapat menikmati berbagai fasilitas pendukung seperti area bermain anak, ruang VIP, toilet ramah disabilitas, hingga ruang ibu dan anak. Keberadaan WiFi gratis dan stasiun pengisian air minum menjadi nilai tambah yang krusial, mengingat mayoritas penumpang saat ini adalah keluarga yang membawa anak-anak. Fasilitas-fasilitas ini membuktikan upaya KCIC untuk tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga kenyamanan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
Melihat tren yang masih akan terus meningkat hingga akhir pekan depan, masyarakat diimbau untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan kursi di jam-jam favorit. KCIC berkomitmen untuk terus memantau dinamika di lapangan dan memastikan operasional tetap prima selama masa libur panjang ini. Bagi publik, memilih transportasi berbasis rel di tengah kepadatan arus balik dan liburan bukan sekadar soal efisiensi, melainkan langkah cerdas dalam menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tanpa harus terkurung dalam kemacetan panjang di jalan raya.