KAI Daop 3 Cirebon Layani Lebih dari 273 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Diposting pada

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon sukses melayani sebanyak 273.002 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 16 hari, yakni mulai 11 Maret hingga 26 Maret 2026. Angka tersebut mencakup total pergerakan penumpang yang berangkat dari stasiun di wilayah Cirebon maupun mereka yang tiba di wilayah tersebut, dengan dukungan operasional sebanyak 2.539 perjalanan kereta api yang berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, merinci bahwa dari total jumlah tersebut, sebanyak 122.555 penumpang tercatat melakukan keberangkatan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3, sementara 150.447 penumpang lainnya tercatat sebagai pendatang yang turun di wilayah tersebut. Puncak kedatangan pemudik sempat menyentuh angka 11.395 orang pada 19 Maret, sementara arus balik mencapai titik tertinggi pada 22 Maret dengan total 13.748 penumpang yang meninggalkan wilayah Cirebon.

Di balik padatnya mobilitas masyarakat, KAI Daop 3 Cirebon mencatatkan prestasi impresif dalam aspek efisiensi operasional. Seluruh rangkaian kereta api yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran berhasil mencapai On Time Performance (OTP) sebesar 100 persen, baik untuk ketepatan waktu keberangkatan maupun kedatangan. Capaian ini menjadi bukti komitmen serius perusahaan dalam menghargai waktu penumpang, sekaligus memastikan bahwa efisiensi pelayanan tetap menjadi prioritas utama di tengah lonjakan volume pengguna jasa.

Secara strategis, keberhasilan ini memberikan dampak positif bagi ekosistem transportasi publik di Jawa Barat. Konsistensi KAI dalam menjaga ketepatan waktu dan keamanan perjalanan (zero accident) memperkuat posisi kereta api sebagai moda transportasi utama yang dapat diandalkan masyarakat. Selain memberikan kepastian waktu bagi pemudik, manajemen operasional yang tertata dengan baik ini juga membantu mengurangi beban kepadatan lalu lintas di jalur darat, yang biasanya menjadi tantangan klasik saat periode libur panjang Lebaran.

Perlu dipahami bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kelas layanan kereta api yang melintasi jalur utara Jawa melalui koridor Cirebon. Mengingat peran strategis Cirebon sebagai titik transit maupun tujuan utama, KAI Daop 3 terus melakukan koordinasi ketat dengan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utamanya bukan sekadar memindahkan orang, melainkan memastikan standar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga meski volume penumpang meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa.

Meskipun fase puncak telah terlewati, pihak KAI masih bersiap menghadapi dinamika mobilitas di akhir bulan. Muhibbuddin memprediksi adanya lonjakan arus balik gelombang kedua yang akan terjadi pada 28 hingga 30 Maret 2026. Lonjakan ini dipicu oleh berakhirnya masa libur dan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar bagi anak sekolah pada 30 Maret. Oleh karena itu, masyarakat yang belum kembali ke perantauan diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan mereka lebih awal agar tidak terjebak dalam antrean di stasiun.

Keberhasilan operasional sepanjang masa Lebaran ini menjadi modal berharga bagi PT KAI untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan layanan ke depannya. Kepercayaan publik yang tinggi terhadap moda kereta api diharapkan tetap terjaga, seiring dengan komitmen KAI untuk terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *