PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung resmi membatalkan seluruh perjalanan Kereta Api (KA) Siliwangi sepanjang hari Kamis, 23 April 2026. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya gogosan atau penggerusan struktur tanah pada jalur kereta api di petak jalan antara Cibeber dan Lampegan, tepatnya di KM 73+9/0, yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi di wilayah Cianjur sejak Rabu (22/4).
Kondisi geografis di wilayah tersebut memang menjadi tantangan tersendiri bagi operasional kereta api, terutama saat memasuki musim penghujan. Peristiwa gogosan ini sebenarnya merupakan kejadian berulang setelah sebelumnya terjadi hal serupa pada 19 April lalu. Upaya perbaikan yang sempat dilakukan sebelumnya kembali terdampak oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur kawasan tersebut pada Rabu malam, menyebabkan material penopang rel kembali terkikis dan membahayakan keselamatan perjalanan.
Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa tim teknis saat ini tengah bekerja ekstra keras di lapangan. Fokus utama perbaikan adalah memperkuat kembali tubuh ban rel dengan menambah material penopang agar struktur di bawah bantalan rel menjadi stabil dan aman untuk dilalui beban kereta. Pihak KAI menargetkan seluruh proses perbaikan fisik dapat diselesaikan dalam waktu cepat sehingga mobilitas masyarakat melalui jalur ini dapat segera pulih.
Dampak dari pembatalan ini tentu dirasakan langsung oleh para pengguna jasa yang memiliki agenda perjalanan antara Cipatat dan Sukabumi. Bagi banyak warga, KA Siliwangi bukan sekadar moda transportasi, melainkan urat nadi ekonomi yang menghubungkan akses antarkota di wilayah Jawa Barat. Ketidakpastian jadwal ini memaksa calon penumpang untuk mencari alternatif transportasi lain, yang secara tidak langsung memberikan tekanan tambahan pada biaya perjalanan serta efisiensi waktu masyarakat.
Perlu dipahami bahwa gogosan adalah fenomena di mana tanah di bawah rel tergerus oleh aliran air yang deras. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan penurunan struktur rel yang berisiko fatal bagi keselamatan operasional kereta. KAI menerapkan standar keamanan yang sangat ketat; ketika jalur dinilai tidak memenuhi syarat teknis atau berisiko tinggi terhadap keselamatan, maka pembatalan perjalanan menjadi langkah mutlak yang harus diambil demi menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Pihak manajemen KAI Daop 2 Bandung telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini. Mereka berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memberikan informasi terkini secara transparan. Sesuai dengan progres perbaikan yang dilakukan, KAI optimistis bahwa seluruh operasional KA Siliwangi dapat kembali berjalan normal mulai Jumat, 24 April 2026. Bagi para calon penumpang, diimbau untuk terus memantau kanal informasi resmi PT KAI guna mendapatkan pembaruan terkini terkait status perjalanan mereka.