Antisipasi Kirab HUT ke-80 Sultan HB X, KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Penumpang Datang Lebih Awal

Diposting pada

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengimbau seluruh calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Stasiun Yogyakarta pada Kamis, 2 April 2026, untuk tiba di stasiun lebih awal dari jadwal keberangkatan. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi potensi keterlambatan akibat sterilisasi dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan pusat kota, menyusul digelarnya kirab akbar dalam rangka peringatan HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kegiatan bertajuk "Mangayubagya 80 Tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X" ini diperkirakan akan menyedot perhatian massa dalam jumlah besar. Berdasarkan data panitia, sedikitnya 13.218 peserta dari 438 kelurahan di seluruh DIY dijadwalkan akan turun ke jalan, dengan estimasi total kerumunan mencapai 10 ribu hingga 12 ribu orang. Mengingat lokasi kegiatan berpusat di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, otoritas setempat telah menetapkan skema pengalihan arus lalu lintas secara masif mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi proaktif melalui pesan singkat (SMS) dan WhatsApp Blast kepada pelanggan yang terdaftar dalam manifes keberangkatan di tanggal tersebut. "Kami berharap calon penumpang dapat memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun dengan lebih cermat. Jangan sampai terjebak kepadatan lalu lintas dan akhirnya tertinggal kereta api," ujar Feni. Ia juga memastikan bahwa meski ada hajatan besar di jantung kota, operasional perjalanan kereta api tetap berjalan normal sesuai jadwal yang berlaku.

Dampak dari kegiatan ini memang cukup signifikan bagi mobilitas warga. Penutupan akses jalan tidak hanya menyasar jalur utama Malioboro, tetapi juga mencakup sirip-sirip jalan menuju kawasan Keraton Yogyakarta. Dinas Perhubungan DIY telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang cukup kompleks, seperti pengalihan kendaraan dari arah barat di Simpang PKU menuju Jalan Bhayangkara, serta penutupan di Simpang Empat Gondomanan dan titik-titik krusial lainnya. Bagi masyarakat, ini berarti perlunya perencanaan perjalanan yang lebih matang, terutama bagi mereka yang memiliki agenda penting atau jadwal keberangkatan transportasi umum yang ketat.

Di sisi lain, kirab ini memiliki nilai kultural yang tinggi sebagai bentuk penghormatan masyarakat kepada Raja Keraton Yogyakarta. Para lurah dan pamong dari berbagai daerah akan tampil mengenakan pakaian adat Jawa, dengan membawa Gelondong Pangarem-arem—hasil bumi yang merepresentasikan kekayaan potensi dari masing-masing kalurahan di DIY. Rangkaian acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipastikan akan memberikan pemandangan khas tradisi Jawa yang kental, namun di saat yang sama menuntut kesiapan logistik dan pengaturan ruang yang ekstra dari panitia maupun pemerintah daerah.

Bagi Anda yang berencana bepergian melalui Stasiun Yogyakarta pada Kamis besok, disarankan untuk memantau informasi terkini melalui media sosial resmi KAI Daop 6 atau aplikasi KAI Access. Mengingat tingginya kepadatan di area sekitar stasiun, penggunaan transportasi umum atau moda yang memiliki akses khusus sangat disarankan. Pastikan waktu keberangkatan dari rumah dipercepat setidaknya satu jam dari biasanya agar perjalanan Anda tetap nyaman, aman, dan tanpa kendala di tengah semarak perayaan budaya yang tengah berlangsung di Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *