PT PAL Indonesia resmi menggandeng PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI untuk menggarap proyek strategis pembangunan kapal Pinisi serbaguna pesanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Makassar pada Sabtu (25/4/2026), yang menjadi langkah konkret konsolidasi industri galangan kapal nasional di bawah arahan Danantara. Melalui kolaborasi ini, PT PAL berperan sebagai National Consolidator yang memegang kendali atas standar material dan quality assurance, sementara PT IKI ditunjuk sebagai eksekutor utama pembangunan fisik kapal di lapangan.
Langkah strategis ini bukan sekadar pemenuhan pesanan kapal semata, melainkan upaya sistematis untuk memperkuat ekosistem maritim dalam negeri. Dengan menyatukan kapabilitas antar-galangan kapal, industri komponen lokal diharapkan mampu tumbuh secara masif. Standarisasi mutu yang diterapkan oleh PT PAL diproyeksikan akan meningkatkan daya saing galangan kapal nasional di mata dunia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi maupun material impor yang selama ini mendominasi sektor perkapalan. Dampak jangka panjangnya, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen kapal berstandar tinggi yang efisien dan andal.
Secara teknis, kapal Pinisi yang dipesan oleh Pemprov Sulsel ini bukanlah kapal tradisional biasa. Kapal dengan panjang 52 meter ini dirancang dengan memadukan estetika warisan budaya Pinisi dan sentuhan teknologi modern yang mumpuni. Kapasitas akomodasi yang mencapai 140 orang menjadikannya moda transportasi yang sangat vital untuk konektivitas antarpulau di Sulawesi Selatan. Selain fungsi angkut penumpang, kapal ini dibekali tangki bahan bakar berkapasitas besar yang secara khusus disiapkan untuk mempermudah distribusi BBM subsidi ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menekankan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata implementasi perintah Danantara dalam menciptakan ekosistem galangan kapal yang terintegrasi. Menurutnya, kolaborasi ini adalah bukti bahwa industri nasional memiliki kapasitas untuk tumbuh bersama jika dilakukan dengan manajemen yang tepat. Senada dengan hal tersebut, Plt Direktur Utama PT IKI, Suhan Ikhsan, menyambut baik keterlibatan pihaknya. Ia berharap proses ini menjadi ajang pertukaran teknologi dan pengetahuan (transfer of knowledge) yang berkelanjutan, sehingga seluruh galangan kapal nasional dapat naik kelas dan memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan maritim Indonesia.
Proyek ini menjadi babak baru bagi konektivitas di Sulawesi Selatan. Dengan kehadiran kapal yang multifungsi ini, hambatan mobilitas masyarakat serta distribusi energi di wilayah kepulauan diharapkan dapat teratasi secara signifikan. Keberhasilan sinergi antara PT PAL dan PT IKI ini akan menjadi tolok ukur bagi proyek-proyek galangan kapal masa depan. Jika model konsolidasi ini sukses, bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin tangguh sebagai poros maritim dunia yang mandiri secara industri dan kuat dalam infrastruktur transportasi laut.