Sebanyak 1.155.152 kendaraan tercatat melintasi ruas Tol Pandaan-Malang selama periode arus mudik dan balik Lebaran 1447 H, tepatnya sejak 11 hingga 27 Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 21,14 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di kisaran 953.562 kendaraan. Data yang dirilis oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) ini menjadi cerminan tingginya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan pulang kampung serta berwisata ke wilayah Malang Raya dan Batu selama masa libur panjang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
General Manager Operasi JPM, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan ini terjadi merata di seluruh gerbang tol (GT) sepanjang ruas Pandaan-Malang. Pihaknya telah berkomitmen untuk memberikan layanan optimal guna memastikan kelancaran arus lalu lintas meski kepadatan kendaraan meningkat tajam di titik-titik krusial. "Kami mencatat adanya pergerakan yang sangat signifikan, baik bagi mereka yang baru tiba di Malang maupun yang hendak meninggalkan kota untuk kembali ke daerah asal," ujar Reza di Surabaya, Sabtu (28/3/2026).
Jika dibedah lebih dalam, Gerbang Tol Malang menjadi salah satu titik dengan kenaikan trafik paling tajam. Tercatat sebanyak 133.265 kendaraan masuk ke Malang melalui gerbang tersebut, atau naik 32,53 persen dari kondisi normal. Sementara untuk arus balik, GT Singosari mencatatkan kenaikan volume kendaraan keluar tertinggi sebesar 27,5 persen, yakni mencapai 266.192 unit. Data lainnya menunjukkan peningkatan stabil di GT Purwodadi, GT Lawang, dan GT Pakis, yang secara kolektif membuktikan bahwa sektor pariwisata dan konektivitas wilayah Malang tetap menjadi magnet utama bagi para pemudik dan wisatawan.
Fenomena lonjakan trafik ini membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi mobilitas di Jawa Timur. Dari sisi ekonomi, tingginya pergerakan kendaraan ke arah Malang Raya tentu memberikan stimulus bagi sektor pariwisata dan UMKM setempat yang sempat mengalami peningkatan omzet selama libur panjang. Namun, di sisi lain, kepadatan ini juga menuntut kesiapan infrastruktur jalan yang lebih tangguh. Tingginya volume kendaraan di jalur tol menunjukkan bahwa keberadaan jalan bebas hambatan saat ini telah menjadi tulang punggung utama distribusi orang, yang secara langsung memangkas waktu tempuh perjalanan dibanding jalur arteri biasa.
Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan di masa mendatang, PT JPM menekankan pentingnya kesiapan teknis sebelum pengguna jalan memasuki tol. Selain memastikan kondisi mesin kendaraan dalam keadaan prima, manajemen Jasa Marga mengingatkan pengendara untuk selalu memprioritaskan manajemen waktu. Mengisi saldo kartu elektronik sebelum perjalanan serta membawa perbekalan yang cukup adalah langkah sederhana yang krusial untuk mencegah penumpukan antrean di gerbang tol akibat saldo tidak mencukupi.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas atau memerlukan bantuan darurat, Jasa Marga tetap menyiagakan layanan One Call Center 24 jam di nomor 133. Selain itu, pengguna jalan juga dapat memanfaatkan aplikasi Travoy yang tersedia di platform iOS maupun Android sebagai pendamping perjalanan yang informatif. Dengan kesadaran bersama untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga kondisi fisik pengemudi, diharapkan mobilitas di ruas tol kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini tetap berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.