Kota Bandung mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan selama periode libur Lebaran 2026, dengan total kunjungan mencapai 723 ribu orang hingga akhir pekan lalu. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat untuk menghabiskan waktu libur di "Kota Kembang" berdampak langsung pada tingkat okupansi hotel yang sempat menyentuh angka di atas 90 persen pada H+2 dan H+3 Lebaran.
Lonjakan hunian ini tidak hanya terjadi di hotel-hotel kelas melati, melainkan merata hingga hotel berbintang tiga hingga lima. Secara keseluruhan, rata-rata okupansi hotel di Bandung berada di kisaran 50 persen, sebuah angka yang cukup fantastis mengingat kapasitas kamar hotel di kota ini yang sangat besar. Sebagian besar pengunjung didominasi oleh wisatawan dari wilayah Jabodetabek yang memang menjadikan Bandung sebagai destinasi utama untuk menghabiskan masa libur panjang bersama keluarga.
Pemerintah Kota Bandung sendiri mengaku sempat terkejut dengan realisasi angka kunjungan yang melampaui ekspektasi awal. Farhan bahkan memprediksi jumlah total wisatawan akan terus merangkak naik hingga menyentuh angka 1 juta orang, terutama setelah mengakumulasi kunjungan pada akhir pekan ini. Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik Bandung sebagai destinasi wisata keluarga masih sangat kuat dan sulit tergantikan oleh daerah lain di sekitar Jawa Barat.
Secara ekonomi, lonjakan kunjungan ini membawa dampak positif yang nyata bagi ekosistem pariwisata lokal. Pendapatan pelaku usaha, mulai dari perhotelan, sektor kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif di destinasi wisata, mengalami peningkatan drastis dibandingkan hari-hari biasa. Arus perputaran uang yang masif di sektor pariwisata ini menjadi napas baru bagi pemulihan ekonomi kota, sekaligus membuktikan bahwa Bandung tetap menjadi primadona bagi wisatawan domestik yang mencari perpaduan antara wisata alam, edukasi, dan hiburan kota yang ikonik.
Perlu diketahui, membludaknya wisatawan ini tersebar di sejumlah titik favorit. Masjid Raya Al-Jabbar kini menempati urutan pertama sebagai destinasi dengan tingkat kunjungan tertinggi, mengungguli tempat-tempat wisata legendaris lainnya. Selain itu, kawasan Kiara Artha Park, Museum Geologi, Taman Lalu Lintas, hingga Saung Angklung Udjo juga menjadi destinasi utama. Sementara itu, kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga tetap tak kehilangan pesonanya sebagai magnet utama bagi para wisatawan yang sekadar ingin menikmati suasana kota.
Menanggapi dinamika tersebut, Pemerintah Kota Bandung telah menyiagakan seluruh perangkat daerah untuk mengawal kenyamanan dan ketertiban di lapangan. Keamanan menjadi prioritas utama agar lonjakan wisatawan yang drastis ini tidak menimbulkan ekses negatif. Koordinasi antar instansi terus dilakukan untuk memastikan alur lalu lintas tetap terkendali dan fasilitas publik dapat melayani pengunjung dengan optimal.
Kesuksesan Bandung menarik hampir satu juta wisatawan di masa libur Lebaran ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah kota ke depan. Di satu sisi, ini adalah bukti keberhasilan branding kota, namun di sisi lain, menuntut perbaikan infrastruktur dan manajemen kerumunan yang lebih matang. Bagi para wisatawan, kehadiran fasilitas yang terjaga dan kenyamanan yang terjamin akan menjadi penentu apakah mereka akan kembali berkunjung ke Bandung di masa mendatang. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata akan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan daya tarik wisata Bandung di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat.